Dibalik Kekonyolan serial Spongebob
Saya adalah salah satu orang dewasa yang menggemari serial ini. Meskipun Teman-teman saya menganggap itu terlalu kekanak-kanakan. Tapi saya pikir ini adalah serial animasi dengan konsep yang jenius dan imajinatif.
Sebenarnya apa yang membuat saya dapat menyatakan demikian. Kejeniusannya ada dalam pembentukan karakter-karakter yang dihidupkan. Karakter tersebut benar-benar baru dari tokoh-tokoh kartun yang pernah ada. Begitu bebasnya sang pencipta karakter hingga memunculkan kekonyolan dari perilaku yang tidak umum. Dengan tokoh utama sebuah Sponge (busa) yang diberi nama Spongebob. Sebuah benda mati yang menjadi tokoh hidup, dan ini adalah sebuah imajinasi tanpa batas dan konyol. Saat ini penokohan benda mati menjadi hidup dianggap sah-sah saja selayaknya imajinasi anak-anak yang tak terbatas. Spongebob diangkat dengan karakter yang polos, baik hati, enerjik dan suka membuat kekacauan, dia terkenal dengan julukan “annoying sponge”. Spongebob juga memiliki sahabat bernama Patrick, seekor bintang laut yang amat bodoh. Ia adalah tokoh terbodoh di bikini bottom. Meski bodoh Patrick adalah sahabat yang baik, enerjik dan setia. Kebodohan Patrick kerap kali membuat berbagai kelucuan dan kekacauan. Ada pula tetangga Spongebob yang bernama Squidward, seekor gurita yang amat membenci Spongebob karena suka membuat kekacauan. Hal yang juga tak kalah masuk akal adalah tempat tinggal Spongebob yang berupa buah Nanas, dan dikenal sebagai rumah nanas. Salah satu hal yang konyol dan hanya dianggap sah untuk otak anak-anak.
Masih banyak item pendukung dari serial ini yang nampak konyol, seperti peliharaan Spongebob berupa seekor siput yang karakternya menyerupai kucing peliharaan. Tokoh-tokoh pembantu dalam serial ini juga tidak kalah konyol. Seperti tokoh Plankton yang memang seekor plankton yang kecil tetapi memiliki kecerdasan dan kelicikan yang luar biasa. Saking cerdasnya seekor plankton ini memiliki istri sebuah komputer yang setia, lagi-lagi penokohan benda mati yang dianggap hidup.
Selain konyol, serial ini tetap nilai hidup yang menarik termasuk untuk orang dewasa. Dimana dalam cerita, Spongebob adalah seroang pekerja restoran bernama The Krusty Crab. Spongebob adalah seorang pekerja yang rajin, ceria dan selalu bersemangat. Ia tetap ceria dan bersemangat meskipun tidak pernah dinaikan karirnya dan hanya digaji kecil. Saking semangatnya rekan kerjanya Squidward menjadi kesal karena amat bertolak belakang dengan dirinya. Salah satu penceritaan yang diambil dari kehidupan orang dewasa satir dan menggelikan. Berbagai adegan dalam serial ini dibuat dengan penokohan dan cerita yang konyol, jenius, dan independent, tidak terpengaruhi oleh serial-serial kartun yang telah ada. Sungguh out of the box.
Lalu darimanakah sesungguhnya serial ini tercipta? Adalah Stephen Hillenberg seorang yang mencetuskan serial ini. Kelahiran Oklahoma US, 21 Agustus 1961. Pada tahun 1984 ia lulus dari univesitas Humbolt States University mengambil jurusan kelautan. KEmudian di tahun 1992 ia lulus dari Univesitas California Intitut of Art mengambil jurusan Experimental Animation. Dari tahun 1984 sampai 1987 ia bekerja sebagai Marine Biologist.
Dan di tahun 1987 ia mlanjutkan karirnya di dunia animasi. Selama menekuni kuliah di unifesitas California ia juga bekerja di serial TV untuk anak-anak berjudul Mother Goose & Grimm. Kemudia bergabung dengan Nickelodeon untuk menggarap serial Rocko’s modern life. Disinilah Hillenberg bertemu dengan Tom Kenny, Paul Tibbit, Doug Laurence, Martin Olson (dan masih banyak lagi) yang berkolaborasi hingga terciptanya serial Spongebob.

“Kami hanya membuat cerita yang dapat membuat diri kami sendiri tertawa, lalu kami menyesuaikannya untuk anak-anak” Begitulah konsep penceritaan serial ini diungkap oleh sang kreator Hillenberg. Tak dapat dipungkiri kekonyolan adalah salah satu faktor yang penting di serial ini. Satu episode Spongebob bisa ditulis tiga sampai penulis termasuk Hillenberg, bahkan salah satunya adalah Derek Drymon yang juga berprofesi sebagai pelawak. Beberapa diantaranya penulis yang bekerja dalam serial ini adalah Stephen Hillenberg, Derek Drymon, Tim Hill, Peter Burns, Mr.Lawrence, Nick Jennings, Richard Purshel, Aaron Springer, Nate Cash, Tuck Tucker dan masih banyak lagi. Sebagian diantara mereka juga merangkap sebagai pengisi suara, storyboard artis, Produser, Art director, dan copywriter. Sedangkan Stephen Hillenberg tetap menjabat sebagai eksekutif produser, penulis (beberapa episode) dan original storyboard director.
Koordinator penulis, Mellisa Webster mengatakan bahwa dalam serial ini penulis adalah aset terbesar mereka. Mereka harus melewati persetujuan tentunya. Setelah tulisan disetujui maka masuk ke bagian direktur storyboard, membuat dialog, aksi, menyesuaikan semua gambar, dan efek suara. Kurang lebih 50 pekerja terlibat untuk satu episode hingga proses ini.
Setelah storyboard selesai, maka storyboard akan dikirim ke studio animasi di Korea untuk dibuat menjadi animasi. Dalam hal ini Korea memang cukup terkenal sebagai negara pembuat animasi dari berbagai serial kartun. Untuk serial ini studio animasi yang bekerja sama adalah Rough Draft Studios, Inc. (RDS) dari Korea. Setelah animasi selesai dikembalikan lagi untuk pengisian suara dan efek suara. Proses pengerjaannya dibutuhkan waktu cukup
lama, kurang lebih sepuluh hingga sebelas bulan untuk satu episode yang berdurasi 11 menit! Sejak bulan Mei 1999 hingga September 2010 serial ini telah menyelesaikan sebanyak 116 episode.
Meskipun serial ini dirancang untuk penonton berusia dua sampai sebelas tahun, namun serial ini ditonton oleh penonton berusia 18 hingga 50 tahun. Menurut sebuah survey di Inggris menunjukan bahwa 40 persen dari 1 juta penonton Spongebob berusia diatas 16 tahun. Mungkin beberapa orang atau teman-teman saya beranggapan bahwa serial ini amat kekanak-kanakan. Tetapi adabaiknya mereka juga tahu bahwa dalam proses pembuatanya amat membutuhkan kejeniusan, keseriusan, tim work yang solid, profesionalisme, konsistesitas yang sama sekali jauh dari kesan kekanak-kanakan.
Esthi
Sumber : Ask.com, www.imdb.com, Wikipedia.com

December 29, 2011 at 12:39 am
good,.,.,.,,.,