<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://esthi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://esthi.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Dec 2011 13:09:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='esthi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://esthi.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://esthi.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://esthi.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Dibalik Kekonyolan serial Spongebob</title>
		<link>http://esthi.wordpress.com/2010/10/10/dibalik-kekonyolan-serial-spongebob/</link>
		<comments>http://esthi.wordpress.com/2010/10/10/dibalik-kekonyolan-serial-spongebob/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 15:30:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>esthi</dc:creator>
				<category><![CDATA[animasi]]></category>
		<category><![CDATA[cerdas]]></category>
		<category><![CDATA[film kartun]]></category>
		<category><![CDATA[konyol]]></category>
		<category><![CDATA[patrick]]></category>
		<category><![CDATA[rumahnanas]]></category>
		<category><![CDATA[spongebob]]></category>
		<category><![CDATA[squidward]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://esthi.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Saya adalah salah satu orang dewasa  yang menggemari serial ini. Meskipun Teman-teman saya menganggap itu terlalu kekanak-kanakan. Tapi saya pikir ini adalah serial animasi dengan konsep yang jenius dan imajinatif. Sebenarnya apa yang membuat saya dapat menyatakan demikian. Kejeniusannya ada dalam pembentukan karakter-karakter yang dihidupkan. Karakter tersebut benar-benar baru dari tokoh-tokoh kartun yang pernah ada. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=229&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/how-sponge-bob-works-1.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-238" title="how-sponge-bob-works-1" src="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/how-sponge-bob-works-1.jpg?w=450" alt=""   /></a></p>
<p>Saya adalah salah satu orang dewasa  yang menggemari serial ini. Meskipun Teman-teman saya menganggap itu terlalu kekanak-kanakan. Tapi saya pikir ini adalah serial animasi dengan konsep yang jenius dan imajinatif.</p>
<p>Sebenarnya apa yang membuat saya dapat menyatakan demikian. Kejeniusannya ada dalam pembentukan karakter-karakter yang dihidupkan. Karakter tersebut benar-benar baru dari tokoh-tokoh kartun yang pernah ada. Begitu bebasnya sang pencipta karakter hingga memunculkan kekonyolan dari perilaku yang tidak umum.  Dengan tokoh utama sebuah Sponge (busa) yang diberi nama Spongebob. Sebuah benda mati yang menjadi tokoh hidup, dan ini adalah sebuah imajinasi tanpa batas dan konyol. Saat ini penokohan benda mati menjadi hidup dianggap sah-sah saja selayaknya imajinasi anak-anak yang tak terbatas. Spongebob diangkat dengan karakter yang polos, baik hati, enerjik dan suka membuat kekacauan, dia terkenal dengan julukan &#8220;annoying sponge&#8221;. Spongebob juga memiliki sahabat bernama Patrick, seekor bintang laut yang amat bodoh. Ia adalah tokoh terbodoh di bikini bottom. Meski bodoh Patrick adalah sahabat yang baik, enerjik dan setia. Kebodohan Patrick kerap kali membuat berbagai kelucuan dan kekacauan. Ada pula tetangga Spongebob yang bernama Squidward, seekor gurita yang amat membenci Spongebob karena suka membuat kekacauan. Hal yang juga tak kalah masuk akal adalah tempat tinggal Spongebob yang berupa buah Nanas, dan dikenal sebagai rumah nanas. Salah satu hal yang konyol dan hanya dianggap sah untuk otak anak-anak.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/300px-spongebob_characters.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-252" title="300px-Spongebob_Characters" src="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/300px-spongebob_characters.jpg?w=450" alt=""   /></a>Masih banyak item pendukung dari serial ini yang nampak konyol, seperti peliharaan Spongebob berupa seekor siput yang karakternya menyerupai kucing peliharaan. Tokoh-tokoh pembantu dalam serial ini juga tidak kalah konyol. Seperti tokoh Plankton yang memang seekor plankton yang kecil tetapi memiliki kecerdasan dan kelicikan yang luar biasa. Saking cerdasnya seekor plankton ini memiliki istri sebuah komputer yang setia, lagi-lagi penokohan benda mati yang dianggap hidup.</p>
<p>Selain konyol, serial ini tetap nilai hidup yang menarik termasuk untuk orang dewasa. Dimana dalam cerita, Spongebob adalah seroang pekerja restoran bernama The Krusty Crab. Spongebob adalah seorang pekerja yang rajin, ceria dan selalu bersemangat. Ia tetap ceria dan bersemangat meskipun tidak pernah dinaikan karirnya dan hanya digaji kecil. Saking semangatnya rekan kerjanya Squidward menjadi kesal karena amat bertolak belakang dengan dirinya. Salah satu penceritaan yang diambil dari kehidupan orang dewasa  satir dan menggelikan. Berbagai adegan dalam serial ini dibuat dengan penokohan dan cerita yang konyol, jenius, dan independent, tidak terpengaruhi oleh serial-serial kartun yang telah ada. Sungguh out of the box.<span id="more-229"></span></p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/how-sponge-bob-works-21.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-244" title="Stephen Hillenburg " src="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/how-sponge-bob-works-21.jpg?w=450" alt=""   /></a>Lalu darimanakah sesungguhnya serial ini tercipta? Adalah <strong>Stephen Hillenberg </strong>seorang yang mencetuskan serial ini. Kelahiran Oklahoma US, 21 Agustus 1961. Pada tahun 1984 ia lulus dari univesitas Humbolt States  University mengambil jurusan kelautan. KEmudian di tahun 1992 ia lulus dari Univesitas California Intitut of Art mengambil jurusan Experimental Animation. Dari tahun 1984 sampai 1987 ia bekerja sebagai Marine Biologist. <a href="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/derek-drymon.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-245" title="derek drymon" src="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/derek-drymon.jpg?w=450" alt=""   /></a>Dan di tahun 1987 ia mlanjutkan karirnya di dunia animasi. Selama menekuni kuliah di unifesitas California ia juga bekerja di serial TV untuk anak-anak berjudul Mother Goose &amp; Grimm. Kemudia bergabung dengan Nickelodeon untuk menggarap serial Rocko’s modern life.  Disinilah Hillenberg bertemu dengan Tom Kenny, Paul Tibbit, Doug Laurence, Martin Olson (dan masih banyak lagi) yang berkolaborasi hingga terciptanya serial Spongebob.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/mr-lawrence2.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-246" title="mr-lawrence2" src="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/mr-lawrence2.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/paul-tibbitt.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-247" title="paul tibbitt" src="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/paul-tibbitt.jpg?w=450" alt=""   /></a><strong>&#8220;Kami hanya membuat cerita yang dapat membuat diri kami sendiri tertawa, lalu kami menyesuaikannya untuk anak-anak” </strong>Begitulah konsep penceritaan serial ini diungkap oleh sang kreator Hillenberg. Tak dapat dipungkiri kekonyolan adalah salah satu faktor yang penting di serial ini. Satu episode Spongebob bisa ditulis tiga sampai penulis termasuk Hillenberg, bahkan salah satunya adalah Derek Drymon yang juga berprofesi sebagai pelawak. Beberapa diantaranya penulis yang bekerja dalam serial ini adalah  Stephen Hillenberg, Derek Drymon, Tim Hill, Peter Burns, Mr.Lawrence, Nick Jennings, Richard Purshel, Aaron Springer, Nate Cash, Tuck Tucker dan masih banyak lagi. Sebagian diantara mereka juga merangkap sebagai pengisi suara, storyboard artis, Produser, Art director, dan copywriter. Sedangkan Stephen Hillenberg tetap menjabat sebagai eksekutif produser, penulis (beberapa episode) dan original storyboard director.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/tuck-tucker.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-248" title="Tuck Tucker" src="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/tuck-tucker.jpg?w=450" alt=""   /></a>Koordinator penulis, Mellisa Webster mengatakan bahwa dalam serial ini penulis adalah aset terbesar mereka. Mereka harus melewati persetujuan tentunya. Setelah tulisan disetujui maka masuk ke bagian direktur storyboard, membuat dialog, aksi, menyesuaikan semua gambar, dan efek suara. Kurang lebih 50 pekerja terlibat untuk satu episode hingga proses ini. <a href="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/tim_hill.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-249" title="tim_hill" src="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/tim_hill.jpg?w=450" alt=""   /></a>Setelah storyboard selesai, maka storyboard akan dikirim ke studio animasi di Korea untuk dibuat menjadi animasi.  Dalam hal ini Korea memang cukup terkenal sebagai negara pembuat animasi dari berbagai serial kartun. Untuk serial ini studio animasi yang bekerja sama adalah <strong>Rough Draft Studios, Inc.</strong> (RDS) dari Korea. Setelah animasi selesai dikembalikan lagi untuk pengisian suara dan efek suara. Proses pengerjaannya dibutuhkan waktu cukup <a href="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/vallaskorea04.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-250" title="vallaskorea04" src="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/vallaskorea04.jpg?w=450" alt=""   /></a>lama, kurang lebih sepuluh hingga sebelas bulan untuk satu episode yang berdurasi 11 menit! Sejak bulan Mei 1999 hingga September 2010 serial ini telah menyelesaikan sebanyak 116 episode.</p>
<p>Meskipun serial ini dirancang untuk penonton berusia dua sampai sebelas tahun, namun serial ini ditonton oleh penonton berusia 18 hingga 50 tahun. Menurut sebuah survey di Inggris menunjukan bahwa 40 persen dari 1 juta penonton Spongebob berusia diatas 16 tahun. Mungkin beberapa orang atau teman-teman saya beranggapan bahwa serial ini amat kekanak-kanakan. Tetapi adabaiknya mereka juga tahu bahwa dalam proses pembuatanya amat membutuhkan kejeniusan, keseriusan, tim work yang solid, profesionalisme, konsistesitas yang sama sekali jauh dari kesan kekanak-kanakan.</p>
<p><strong>Esthi</strong></p>
<p>Sumber : Ask.com, www.imdb.com, Wikipedia.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/esthi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/esthi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/esthi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/esthi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/esthi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/esthi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/esthi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/esthi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/esthi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/esthi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/esthi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/esthi.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/esthi.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/esthi.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=229&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://esthi.wordpress.com/2010/10/10/dibalik-kekonyolan-serial-spongebob/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5ea3cb408048bb263142ce95334e4b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">esthi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/how-sponge-bob-works-1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">how-sponge-bob-works-1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/300px-spongebob_characters.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">300px-Spongebob_Characters</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/how-sponge-bob-works-21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Stephen Hillenburg </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/derek-drymon.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">derek drymon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/mr-lawrence2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mr-lawrence2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/paul-tibbitt.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paul tibbitt</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/tuck-tucker.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tuck Tucker</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/tim_hill.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tim_hill</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2010/10/vallaskorea04.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">vallaskorea04</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mark Zuckerberg pemuda pendiri Facebook</title>
		<link>http://esthi.wordpress.com/2009/11/09/kark-zuckerberg-pemuda-pendiri-facebook/</link>
		<comments>http://esthi.wordpress.com/2009/11/09/kark-zuckerberg-pemuda-pendiri-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 12:47:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>esthi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Literatur]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Kark Zuckerberg]]></category>
		<category><![CDATA[mark]]></category>
		<category><![CDATA[milioner]]></category>
		<category><![CDATA[pengusaha muda]]></category>
		<category><![CDATA[zuckerberg]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://esthi.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Saat ini hampir setiap hari saya mengakses situs jejaring sosial Facebook. Saat menunggu berita dari redaktur atau reporter, saya mengecek berbagai email masuk di account yahoo, lalu  membuka login facebook dan masuk ke halaman utama. Di sana nampak berbagai status terbaru dari teman-teman, dari masalah pribadi, keluarga, hingga masalah politik dan hukum. Saya pikir alangkah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=198&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-215" title="01" src="http://esthi.files.wordpress.com/2009/11/011.jpg?w=450&#038;h=270" alt="01" width="450" height="270" />Saat ini hampir setiap hari saya mengakses situs jejaring sosial Facebook. Saat menunggu berita dari redaktur atau reporter, saya mengecek berbagai email masuk di account yahoo, lalu  membuka login facebook dan masuk ke halaman utama. Di sana nampak berbagai status terbaru dari teman-teman, dari masalah pribadi, keluarga, hingga masalah politik dan hukum.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-214" title="mark" src="http://esthi.files.wordpress.com/2009/11/mark3.jpg?w=450" alt="mark"   />Saya pikir alangkah menariknya situs ini. Situs yang didirikan oleh seorang anak umur 25 tahun (kelahiran 1984) warga negara US, mempengaruhi begitu banyak orang di seluruh dunia. Berbagai manfaat yang bisa didapat seperti menemukan teman-teman lama yang telah hilang, menemukan berbagai komunitas, aplikasi fitur-fitur game atau sekedar narcis-narcisan sendiri saja. Fasilitas yang adapun dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan yang cukup serius seperti menggalang kegiatan yang berbau politik.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-205" title="02" src="http://esthi.files.wordpress.com/2009/11/02.jpg?w=450&#038;h=113" alt="02" width="450" height="113" />Lihat saja salah satu status yang mendukung “gerakan 1 jt facebookers Dukung Chandra dan Bibit” dalam kasus KPK vs Polri yang heboh belakangan ini. <span id="more-198"></span>Tidak hanya di Indonesia, di negara-negara lainpun Facebook kerap dijadikan sarana propraganda atau kepentingan sejenisya. Seperti pelarangan akses Facebook yang dilakukan oleh pemerintah Syira karena anggapan pemanfaatan pihak Israel untuk menyebarluaskan pengaruhnya. Atau pemerintah Iran yang melakukan pemblokiran Facebook untuk menhindari penyebaran pengaruh pihak oposisi.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-210" title="mark-zuckerberg-facebook" src="http://esthi.files.wordpress.com/2009/11/mark-zuckerberg-facebook1.jpg?w=450" alt="mark-zuckerberg-facebook"   />Bila melihat foto pendiri facebook Mark Zuckerberg yang polos dan muda, saya tidak yakin ia berfikir pengaruh facebook akan bisa jauh seperti sekarang ini.  Facebook sendiri sebenarnya diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 februari 2004. Awalnya Mark Zukenberg membuat situs  untuk  jejaring di kalangan mahasiswa Harvard saja dan diberi nama thefacebook. Zuckerberg mulai membuat pemrograman komputer saat ia masih di sekolah menengah, ia membuat berbagai program  yang berbasis komunikasi dan permainan. Dan saat masuk di Akademi Philip Execter ia membantu membuatkan program komunikasi di kantor dimana ayahnya bekerja. Setelah itu ia mendapat panggilan untuk bekerja di  perusahaan Microsoft dan AOL, tetapi ia memutuskan untuk melanjutka studinya di universitas Harvard. Saat membuat situs thefacebook Zuckerberg dibantu oleh rekan-rekannya sekampus seperti  Eduardo Saverin sebagai analis usaha, Dustin Moskovitz sebagai programer dan Chris Hughes sebagai disainer grafis. Sebelum situs thefacebook ia juga membuat situs bernama facemash.com, sejenis situs kontak jodoh di kalangan kampusnya, namun sayang karena berbagai masalah situs tersebut tidak bertahan lama dan diblokir oleh pihak kampus. Thefacebook kemudian tidak hanya merambah di universitas Harvard saja melainkan merambah juga ke kampus-kampus lain seperti Stanford, Columbia, Yale, dan Ivy League.</p>
<p>Saat pertengahan 2004 thefacebooker memiliki investor pertama Pieter Thiel pendiri PayPal. Diikuti oleh Accel Patner di tahun 2005. Dan di bulan Agustus 2005 thefacebook resmi berubah menjadi Facebook. Di tahun 2006 tepatnya 11 September 2006 Facebook dapat diakses di seluruh dunia dengan status “free to join”.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-221" title="9ea0cdbDc9AebdcD__profile" src="http://esthi.files.wordpress.com/2009/11/9ea0cdbdc9aebdcd__profile.jpg?w=450" alt="9ea0cdbDc9AebdcD__profile"   />Saat ini Facebook sudah meraih pendapatan sebesar US$ 3 miliar atau sekitar 27,9 triliun (menurut majalah Fobes September 2008), dan memiliki 900 orang karyawan. Penggunanya sendiri sudah mencapai 100 juta member di seluruh dunia (September 2008).  Namun meskipun  Zuckerberg telah menjadi milyuner termuda sepanjang sejarah vesi majalah Forbes, ia masih lebih suka berpenampilan seperti anak muda kebanyakan berpakaian santai dan tingal di apartemen dengan selembar kasur dan dua buah kursi.</p>
<p>Nah, bila anda juga salah satu pengguna Facebook atau bahkan sudah ketergantungan dengan situs yang satu ini,  jangan sampai anda tidak mengenal siapa pembuatnya. Ya, ia adalah seorang anak muda cerdas yang berpenampilan santai Mark Zuckerberg!</p>
<p><strong>Esthi</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/esthi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/esthi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/esthi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/esthi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/esthi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/esthi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/esthi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/esthi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/esthi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/esthi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/esthi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/esthi.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/esthi.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/esthi.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=198&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://esthi.wordpress.com/2009/11/09/kark-zuckerberg-pemuda-pendiri-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5ea3cb408048bb263142ce95334e4b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">esthi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2009/11/011.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2009/11/mark3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mark</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2009/11/02.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">02</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2009/11/mark-zuckerberg-facebook1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mark-zuckerberg-facebook</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2009/11/9ea0cdbdc9aebdcd__profile.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">9ea0cdbDc9AebdcD__profile</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keroncong masih bergema</title>
		<link>http://esthi.wordpress.com/2008/12/01/keroncong-masih-bergema/</link>
		<comments>http://esthi.wordpress.com/2008/12/01/keroncong-masih-bergema/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 14:14:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>esthi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Literatur]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[kampung tugu]]></category>
		<category><![CDATA[keroncong]]></category>
		<category><![CDATA[keroncong cyber]]></category>
		<category><![CDATA[keroncong tugu]]></category>
		<category><![CDATA[portugis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://esthi.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Iringan musik Ukulele, gitar, bas, biola dan tamborin menggema di sebelah Gereja tua. Penyanyinya seorang gadis kecil jelita berparas indo menyanyikan lagu Portugis yang sederhana, mengenakan kebaya putih yang dipadukan dengan celana dan sepatu ala Portugis. Ya, itu adalah Kelompok Kerontjong Toegoe Junior generasi penerus Kelompok Kerontjong Toegoe seniornya. Sebuah generasi yang meneruskan kebudayaan dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=158&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn1229.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-160" title="dscn1229" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn1229.jpg?w=450&#038;h=280" alt="dscn1229" width="450" height="280" /></a></span></p>
<p>Iringan musik Ukulele, gitar, bas, biola dan tamborin menggema di sebelah Gereja tua. Penyanyinya seorang gadis kecil jelita berparas indo menyanyikan lagu Portugis yang sederhana, mengenakan kebaya putih yang dipadukan dengan celana dan sepatu ala Portugis. Ya, itu adalah Kelompok Kerontjong Toegoe Junior generasi penerus Kelompok Kerontjong Toegoe seniornya. Sebuah generasi yang meneruskan kebudayaan dari sejarah musik Keroncong yang kita dengar saat ini.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn1234.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-161" title="dscn1234" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn1234.jpg?w=450&#038;h=291" alt="dscn1234" width="450" height="291" /></a></span></p>
<p>Agak jauh juga lokasi yang kami tempuh, sebelah Utara Jakarta, Plumpang Cilincing. Lokasi yang telah menjadi jajahan industri dipadati oleh truk dan kontainer di sepanjang jalan raya cilincing. Motor yang kami pakai harus berhimpitan dengan kendaraan-kendaraan raksasa itu. Dengan udara yang masih kental air laut kami sampai di Gereja Tugu, gereja tua yang didirikan di tahun 1600-an. Rasa lelah terbayar seketika setelah kami bertemu dengan bangunan bersejarah itu. Di lokasi inilah sejarah musik keroncong bermula, saat musik Moresco didendangkan oleh para opsir Portugis dari <span id="more-158"></span>Maluku, India (goa) dan Tugu dengan alat musik dawai seperti ukulele, selo dan biola. Meski tiba tidak sejak awalacara, kami tersuguhkan oleh berbagai sajian acara pertunjukan dan semuanya berkenaan dengan sejarah dan budaya musik keroncong dan Kampung Tugu. Seperti nyanyian yang dibawakan oleh empat gadis muda dan beberapa tarian Portugis, beberapa diantara mereka masih menyisakan kulit dan wajah darah bangsa nenek moyangnya.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn1241.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-166" title="dscn1241" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn1241.jpg?w=300&#038;h=233" alt="dscn1241" width="300" height="233" /></a></span>Menurut ceritanya, seiring berjalan waktu musik Moresko berakulturasi dengan budaya pribumi. Di tahun 1870-an musik tersebut mulai populer di Batavia, di tangan orang pribumi musik ini terdengar lebih romantis dan dinyanyikan dalam bahasa Melayu. Menurut beberapa sumber karena musiknya seperti crang-crong maka disebutlah sebagai musik Keroncong. Hingga di awal abad ke-20 setelah masa industrialisasi Keroncong semakin populer di beberapa kota di Indonesia seperti Surabaya, bandung, Solo dan Yokyakarta. Alat musik yang dipergunakanpun mengalami penyesuaian seperti rebab, suling bambu, gendang, kenong, saron dan gong. Hingga di masa penjajahan Jepang lagu-lagu bertemakan kecintaan pada tanah air bermunculan. Saat itulah tokoh-tokoh<span> </span>keroncong mulai terkenal seperti Gesang, Kusbini, Ismail Marzuki hingga saat ini karena karya-karya mereka yang melegenda.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn12451.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-175" title="dscn12451" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn12451.jpg?w=450&#038;h=267" alt="dscn12451" width="450" height="267" /></a></span></p>
<p>Namun sayangnya, di awal tahun 1990-an keroncong mulai menyurut, dan tergerus oleh berbagai aliran musik yang berdatangan. Bahkan stasiun-stasiun tv semakin jarang menayangkan acara musik tersebut dengan alasan kurang peminatnya. Hal tersebut tentu saja menjadi kegelisahan beberapa kalangan di tanah air. Musik yang telah berjaya selama ratusan tahun harus tersingkir karena perkembangan jaman. Meskipun begitu, masih ada pihak-pihak yang berusaha sekuat tenaga melestarikan musik yang romantis ini. Dipelopori oleh Adi B Wiratmo terbentuklah komunitas keroncong berbasis mailing list <a href="mailto:keroncong@yahoogroups.com">keroncong@yahoogroups.com</a>. Anggotanya tersebar di berbagai kota di Indonesia, bahkan beberapa ada yang berada di luar negeri seperti Malaysia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk melestarikan musik ini seperti menerbitkan tabloid Tjroeng yang mengupas berbagai perihal seputar keroncong, membentuk band Keroncong Cyber yang anggotanya berasal dari anggota komunitas yang tersebar di berbagai kota di Indonesia, hingga mengkoordinasi berbagai festival musik keroncong. Dengan berbagai keterbatasan dan kendala toh mereka masih menyimpan semangat dan optimisme untuk melestarikan keroncong terutama di kalangan anak muda. “Tak kenal maka tak sayang” begitulah semboyan untuk memperkenalkan keroncong pada anak-anak muda.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal">
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn12521.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-165" title="dscn12521" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn12521.jpg?w=300&#038;h=220" alt="dscn12521" width="300" height="220" /></a></span>Sungguh beruntung mendapatkan suguhan pertunjukan yang luar biasa itu. Diantara bangunan bersejarah, kekayaan budaya, juga semangat dan optimisme komunitas keroncong yang tak kenal lelah berupaya.</p>
<p><strong>esthi </strong></p>
<p>Foto : Dewi S, Esthi</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;"><br />
</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/esthi.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/esthi.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/esthi.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/esthi.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/esthi.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/esthi.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/esthi.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/esthi.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/esthi.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/esthi.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/esthi.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/esthi.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/esthi.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/esthi.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=158&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://esthi.wordpress.com/2008/12/01/keroncong-masih-bergema/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5ea3cb408048bb263142ce95334e4b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">esthi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn1229.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn1229</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn1234.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn1234</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn1241.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dscn1241</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn12451.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn12451</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/12/dscn12521.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">dscn12521</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kids in kampoeng</title>
		<link>http://esthi.wordpress.com/2008/11/17/kids-in-kampoeng/</link>
		<comments>http://esthi.wordpress.com/2008/11/17/kids-in-kampoeng/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 10:00:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>esthi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Literatur]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[kampung]]></category>
		<category><![CDATA[lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://esthi.wordpress.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Masa kanak-kanak selalu menyimpan berbagai cerita indah. Momen lucu, lincah, dan serba ingin tahu menjadi sesuatu yang menarik untuk dikenang. Kampung halaman adalah tempat yang favorit bagi saya dan kemenakan-kemenakan saya untuk berlibur, dan saat Lebaran kemarin kami menghabiskan waktu bersama di sana. Anak-anak memang menyimpan daya tarik tersendiri. Sifatnya yang polos, energinya yang meluap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=126&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masa kanak-kanak selalu menyimpan berbagai cerita indah. Momen lucu, lincah, dan serba ingin tahu menjadi sesuatu yang menarik untuk dikenang. Kampung halaman adalah tempat yang favorit bagi saya dan kemenakan-kemenakan saya untuk berlibur, dan saat Lebaran kemarin kami menghabiskan waktu bersama di sana.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3374.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-119" title="dscn3374" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3374.jpg?w=225&#038;h=300" alt="dscn3374" width="225" height="300" /></a>Anak-anak memang menyimpan daya tarik tersendiri. Sifatnya yang polos, energinya yang meluap , hingga kenakalan-kenakalan kecil yang menggelitik. Hal itulah yang membuat keinginan saya timbul untuk mendokumentasikan tingkah laku mereka. Saat bangun pagi beberapa dari mereka hanya duduk-duduk menonton tv, kemudian salah satu dari mereka bersembunyi di kasur yang disenderkan ke dinding. Adi kemudian memilih-milih CD kartun yang disediakan oleh ibu mereka. Cd-cd itu berupa cerita-cerita tentang kisah para nabi yang dibuat versi kartun. Kadang mereka menonton film yang sama berulang-ulang dalam beberapa hari berturut-turut. Atau saat film baru saja dimulai mereka bersama-sama menyanyikan lagu sountract film tersebut. Arya mengikuti kakaknya yang bersembunyi di balik kasur. Ha, tentu saja tidak saya tidak sia-siakan merekam mimiknya yang lucu dari balik kasur itu.<span id="more-126"></span></p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3376.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-133" title="dscn3376" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3376.jpg?w=225&#038;h=300" alt="dscn3376" width="225" height="300" /></a>Dibelakang rumah kami terdapat kandang unggas, terdiri dari bebek, ayam dan beberapa entok. Perlahan Arya membuka tali pengikat pagar dan memasuki kandang unggas tersebut. Belasan bebek dan ayam itupun berhamburan. Bebek-bebek tersebut dibeli sekitar sepuluh ribu perekor untuk anakan lalu mulai diperbanyak beberapa diantaranya bahkan sudah ada yang sedang mengerami telurnya. Arya berjalan menuju tumpukan kayu di sudut kandang, lalu menunjuk seekor bebek putih yang tengah mengerami telur. Bulu-bulu beber itu berhamburan di sekitar telurnya. Lihat saja telurnya terlihat putih bersih.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn33871.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-142" title="dscn33871" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn33871.jpg?w=450" alt="dscn33871"   /></a></p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3391.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-144" title="dscn3391" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3391.jpg?w=224&#038;h=300" alt="dscn3391" width="224" height="300" /></a>Saat Adit berlari di dalam kandang, unggas-unggas itu bertebaran kemana-mana. Ayah merekalah yang rajin mengumpulkan sisa-sisa makanan untuk dijadikan makanan bagi unggas-unggas ini. Saat lebaran beberapa dari merekapun ditangkap untuk dijadikan  santapan yang lezat bagi kami.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3388.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-147" title="dscn3388" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3388.jpg?w=450" alt="dscn3388"   /></a></p>
<p>Mereka lalu pergi berjalan ke samping rumah mengambil sepeda. Saya hanya duduk sambil membaca buku. Namun teriakan anak-anak yang energik ini selalu membuat saya penasaran untuk mengikuti mereka.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3410.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-149" title="dscn3410" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3410.jpg?w=450" alt="dscn3410"   /></a></p>
<p>Agak lama mereka bersepeda di samping rumah, saya menunggunya kembali ke halaman rumah. Namun karena tak kunjung datang sayalah yang menyusul mereka. Ternyata mereka tengah asik bercengkrama di rumah tetangga kami, menyuapi rumput kambing tetangga.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn34231.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-151" title="dscn34231" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn34231.jpg?w=450&#038;h=336" alt="dscn34231" width="450" height="336" /></a></p>
<p>Dengan sepeda pula mereka keliling kampung di desa kami yang damai. Menyusuri jalur tanah berpasir diamati oleh pohon-pohon kelapa yang tinggi dan kebun-kebun salak yang belum berbuah. Dengan energik mereka berkeliaran di alam dimana kota makin sulit mendapatkannya.</p>
<p><strong>esthi<br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/esthi.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/esthi.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/esthi.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/esthi.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/esthi.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/esthi.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/esthi.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/esthi.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/esthi.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/esthi.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/esthi.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/esthi.wordpress.com/126/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/esthi.wordpress.com/126/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/esthi.wordpress.com/126/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=126&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://esthi.wordpress.com/2008/11/17/kids-in-kampoeng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5ea3cb408048bb263142ce95334e4b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">esthi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3374.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">dscn3374</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3376.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">dscn3376</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn33871.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn33871</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3391.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">dscn3391</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3388.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn3388</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn3410.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn3410</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/11/dscn34231.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">dscn34231</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Go&#8217;es ontel di Jokja</title>
		<link>http://esthi.wordpress.com/2008/10/11/goes-ontel-di-jokja/</link>
		<comments>http://esthi.wordpress.com/2008/10/11/goes-ontel-di-jokja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Oct 2008 13:59:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>esthi</dc:creator>
				<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[jokja]]></category>
		<category><![CDATA[ontel]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://esthi.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Berwisata ke kota bersejarah memang menyenangkan, tapi lebih menyenangkan lagi bila kita menelusurinya dengan sepeda tua, antik dan tak kalah bersejarahnya yaitu ontel. Sepeda yang mulai dikenalkan oleh orang-orang Belanda di tahun 1800-an ke Indonesia ini kami bawa menelusuri ke beberapa tempat wisata dan bersejarah di Jokja. Pukul sepuluh  kami menuju jalan Sosrowijayan, terletak di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=70&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berwisata ke kota bersejarah memang menyenangkan, tapi lebih menyenangkan lagi bila kita menelusurinya dengan sepeda tua, antik dan tak kalah bersejarahnya yaitu ontel. Sepeda yang mulai dikenalkan oleh orang-orang Belanda di tahun 1800-an ke Indonesia ini kami bawa menelusuri ke beberapa tempat wisata dan bersejarah di Jokja.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p92001562.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-77" title="p92001562" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p92001562.jpg?w=450" alt=""   /></a>Pukul sepuluh  kami menuju jalan Sosrowijayan, terletak di samping jalan Malioboro untuk menyewa sepeda. Tak seberapa jauh tampak oleh kami sebuah tulisan &#8220;Bicycle rent&#8221; dan jajaran sepeda ontel di pinggir jalan. Kami bertanya pada sang penyewa &#8220;duapuluh ribu rupiah per hari&#8221; jawabnya. Dengan meninggalkan KTP dan membayar uang sewa dimuka, sepeda kemudian disiapkan. Kami memilih sepeda yang berjenis laki-laki dan memiliki boncengan di belakang. Setelah ban diisi angin kami mencoba, agak sulit awalnya karena posisi sadel yang lebih tinggi dan pegangan stang yang masih belum stabil.</p>
<p><span id="more-70"></span></p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p92001611.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-81" title="p92001611" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p92001611.jpg?w=450&#038;h=337" alt="" width="450" height="337" /></a>Perlahan-lahan tapi pasti ontel kami arahkan ke jalan Malioboro, tujuan kami adalah sarapan. Cuaca yang cerah dan kendaraan yang mulai lalu lalang membuat kami sedikit berhati-hati. Sarapan pecel, itulah yang ada di kepala kami. Sebuah kerumunan yang terpusat pada berbagai sayuran hijau menjadi perhatian kami. Ya, itu adalah pecel yang telah bersabar menunggu kedatangan perut kami yang kelaparan. Beralas pincuk kami melahap daun-daun berkuah sambal kacang yang agak pedas itu.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p9200169.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-85" title="p9200169" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p9200169.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Kami melanjutkan perjalanan ke arah pasar burung Ngasem yang berjarak sekitar 400m sebelah barat melewati Keraton. Umur dari pasar ini cukup tua karena telah beroperasi sejak tahun 1809. Tidak hanya burung di sini juga tersedia hewan reptil seperti ular, kadal, iguana, penyu juga hewan-hewan peliharaan umum seperti kucing dan anjing.</p>
<p>Melanjutkan perjalanan masih ke arah barat tak jauh dari keraton tampak sebuah bangunan tinggi yang telah hancur menyerupai benteng tua. Bangunan tersebut adalah Pulau Cemeti atau Pulau Kenanga salah satu bangunan dari koplek Taman Sari. Kami menaikinya setelah masuk ke perkampungan Taman, perkampungan yang dihuni oleh para abdi dalem Keraton para pengrajin batik. Pulau Cemeti sesungguhnya adalah sebuah bangunan peristirahatan  dan pengintaian Sri Sultan. <a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p92001822.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-91" title="p92001822" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p92001822.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Didirikan oleh Sultan Hamengku Buwana I  hingga Sultan Hamengku Buwana II tahun 1755 Setelah Kerajaan Mataram terbagi dua dalam perjanjian Giyanti. Selain Pulau Cemeti juga terdapat Masjid yang didalamnya terdapat Sumur Gemuling dan Pemandian. Dekat dari perkampungan taman kami singgah di beberapa toko batik. Beberapa diantaranya juga sekaligus tempat produksi dari batik-batik tersebut.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p9200202.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-93" title="p9200202" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p9200202.jpg?w=216&#038;h=300" alt="" width="216" height="300" /></a>Hari mulai terik karena waktu telah menunjukan pukul satu siang. Kami melanjutkan perjalanan ke arah timur tepatnya ke jalan Wijilan sentra makanan Gudeg Jokja.Bebagai tempat makan yang diseting ala tradisional terdapat di sini, dan ini adalah tempat dimana kami melaksanakan makan siang. Nasi panas yang disajikan diatas piring yang dialasi daun pisang. Sayur khas Jokja  berbahan nangka muda dimasak selama berjam-jam, diberi santan kental, telur ayam, tahu bacem, krecek dan sambal menjadi bahan bakar kami untuk perjalanan selanjutnya.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p92102131.jpg"><img class="alignleft size-large wp-image-97" title="p92102131" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p92102131.jpg?w=450&#038;h=600" alt="" width="450" height="600" /></a>Perjalanan kali ini agak sedikit memakan tenaga, karena kami bermaksud untuk menuju ke Kota Gede yang berjarak sekitar 5 Km. Ontel kami melaju ke arah timur. <a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p9210216.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-99" title="p9210216" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p9210216.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Jam hampir menunjukan waktu pukul tiga sore membuat bayangan kami membentuk 90 derajat. Kami juga singgah di sebuah warung untuk membeli minum sekaligus bertanya memastikan jalan yang kami tempuh tidak salah. Sekitar 35 menit lama perjalanan kami telah sampai di daerah Kota Gede. Sebuah toko perak besar yang billboadrnya terpampang besar di pinggir jalan menarik perhatian kami untuk mengunjunginya. Berbagai toko-toko perak berjajar di sepanjang jalan. Bangunan toko-toko tersebut megah dan klasik ornammen dan arsitektur jawa kental. Kami mengamati berbagai kerajinan perak yang terdapat di sana, dari anting, gelang cincin, bros dan lain sebagainya. Bila bukan hari libur kita juga dapat melihat proses pembuatan berbagai perhiasan tersebut.</p>
<p>Karena hari sudah mulai sore, kami memutuskan untuk kembali dari kota gede untuk mencari oleh-oleh Bakpia Pathuk di daerah jalan Purwodiningrat. Dari kota Gede ke jalan Purwodiningrat kami tempuh sekitar 45 menit. Jalan itu agak padat mungkin karena begitu banyak peminatnya. Kami masuk ke tempat pembuatan Bakpia Pathuk nomor 25 karena tempat tersebut begitu terkenal. <a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p9210228.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-106" title="p9210228" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p9210228.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a>Banyak sekali para pembeli terlihat mengantri untuk mendapatkan Bakpia yang <em>fresh from the oven. </em>Karena tak tahan menunggu antrian kami mencari toko lain. Di sini sebelum membeli kita dapat mencicipinya terlebih dahulu, bila terasa enak maka kita dapat yakin untuk membeli beberapa kotak sekaligus. Enak sekali bakpia pilihan kami dan kami berdua memutuskan untuk membeli delapan kotak.</p>
<p>Lelah sudah perjalanan kami hari itu. Kami lalu kembali ke jalan Sosrowijayan. Sambil kesulitan menenteng oleh-oleh, kami mengembalikan  sepeda ontel yang ditukarkan dengan KTP milik kami. Selamat tinggal Ontel yang baik hati, mungkin suatu saat kita akan bersua lagi&#8230;</p>
<p><strong>Esthi<br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/esthi.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/esthi.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/esthi.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/esthi.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/esthi.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/esthi.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/esthi.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/esthi.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/esthi.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/esthi.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/esthi.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/esthi.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/esthi.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/esthi.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=70&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://esthi.wordpress.com/2008/10/11/goes-ontel-di-jokja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5ea3cb408048bb263142ce95334e4b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">esthi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p92001562.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">p92001562</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p92001611.jpg?w=450" medium="image">
			<media:title type="html">p92001611</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p9200169.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">p9200169</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p92001822.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">p92001822</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p9200202.jpg?w=216" medium="image">
			<media:title type="html">p9200202</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p92102131.jpg?w=450" medium="image">
			<media:title type="html">p92102131</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p9210216.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">p9210216</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p9210228.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">p9210228</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>My Homey Adenium</title>
		<link>http://esthi.wordpress.com/2008/09/12/homey-adenium/</link>
		<comments>http://esthi.wordpress.com/2008/09/12/homey-adenium/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 14:04:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>esthi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanaman]]></category>
		<category><![CDATA[adenium]]></category>
		<category><![CDATA[bonggol]]></category>
		<category><![CDATA[bunga]]></category>
		<category><![CDATA[cocok tanam]]></category>
		<category><![CDATA[hoby]]></category>
		<category><![CDATA[tanaman timur tengah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://esthi.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Sambil menghisap sebatang rokok putih ia mengamati pot demi pot hasil sambungan atau grafting yang dikerjakan beberapa hari yang lalu. “Agak sulit memang kalau musim hujan begini, batang-batangnya malah jadi banyak yang busuk” katanya sambil mengamati sambungan pohon yang lain. “Awalnya hanya ikut-ikut saja kebetulan orangtua saya hobi tanaman hias. Saya juga sering mengantarkan mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=43&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/dscn2387.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-68" title="dscn2387" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/dscn2387.jpg?w=450&#038;h=186" alt="" width="450" height="186" /></a></p>
<p class="MsoNormal">Sambil menghisap sebatang rokok putih ia mengamati pot demi pot hasil sambungan atau grafting yang dikerjakan beberapa hari yang lalu. “<em>Agak sulit memang kalau musim hujan begini, batang-batangnya malah jadi banyak yang busuk</em>” katanya sambil mengamati sambungan pohon yang lain. “<em>Awalnya hanya ikut-ikut saja kebetulan orangtua saya hobi tanaman hias. Saya juga sering mengantarkan mereka melihat-lihat pameran tanaman. Setelah itu, justru saya yang keranjingan hobi tanaman adenium</em>” ungkap lelaki yang sudah 5 tahun menekuni hobinya itu. Karakter yang unik dan bunganyalah hal yang membuatnya tertarik menekuni hobi ini. Kami mengamati berbagai koleksi yang ditunjukan di balkon atas, beberapa diantaranya diletakan begitu saja diatas genteng, karena tanaman ini memang membutuhkan cahaya matahari yang banyak. “Biasanya kalau ditaruh di halaman bawah justru jarang berbunga” tambahnya.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/ade-supernobleconcubbiness-2.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-63" title="ade-supernobleconcubbiness-2" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/ade-supernobleconcubbiness-2.jpg?w=450" alt=""   /></a>Adenium atau beberapa orang menyebutnya Kamboja Jepang memang ditemukan di daerah Afrika dan Asia Barat. Bahkan nama Adenium sendiri diambil dari nama daerah Aden ibukota negara Yaman sebuah negara di Jazirah Arab di Asia Barat Daya bagian dari Timur Tengah. Akan tetapi menurut beberapa sumber adenium berasal dari tanaman tropis, dimana pada zaman dahulu dunia tropis berangsur-angsur menjadi gurun. Jenis tanaman ini yang tidak tahan akan mati, dan yang bertahan menjadi Adenium seperti sekarang ini.<span id="more-43"></span></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal">Adenium memang memiliki ketertarikan tersendiri, dengan bunga yang berwarna merah matang dan beberapa bintik putih. “<em>Dulu saya jarang sekali berada di rumah, beberapakali tahun baru malah saya habiskan di puncak-puncak gunung sambil mengamati indahnya sunset atau sunrise. Orang tua sering kali menegur, namun saya tak terlalu menghiraukan. Sampai suatu hari saya jatuh cinta dengan tanaman ini, saat itu hari-hari saya banyak dihabiskan di rumah untuk mengurusi adenium</em>” kilahnya sambil tersenyum.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p8310133.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-112" title="p8310133" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p8310133.jpg?w=224&#038;h=300" alt="" width="224" height="300" /></a>Tanaman ini cukup mudah dipelihara. Karena karaternya yang menyukai<span> </span>iklim panas atau di sekitar suhu 30º. Pada<span> </span>bagian dari akar tanaman ini membesar sering disebut sebagai bonggol yang gunanya adalah untuk menyimpan air, cadangan saat musim<span> </span>kering. Jadi kita tidak perlu sering-sering menyiraminya, cukup sehari sekali di musim panas atau dua hari sekali di musim hujan. Ia juga membutuhkan sinar matahari penuh dan menyukai media porous yaitu gabungan antara pasir malang dan sekam bakar. Sedangkan untuk perawatannya cukup memberi pupuk, obat anti dan pembasmi hama, dan penyiraman secukupnya.</p>
<p>Kelompok adenium sendiri terbagi menjadi dua, yaitu kelompok jenis asli atau kelompok species dan kelompok Varietas atau jenis hasil persilangan. Adenium kelompok jenis asli yang kerap dinami dengan asal daerahnya, rata-rata berasal dari daerah timur tengah. Beberapa diantaranya adalah;</p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Adenium arabicum</strong>, namanya diambil dari daerah asalnya Arabian Peninsula tepatnya Saudi Arabia dan Yaman.</p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Adenium Socotranum</strong>, berasal dari sebuah pulau yang terisolasi di samudera India yaitu Socrota yang berada di selatan Arabian Peninsula dan di sebelah timur Afrika.</p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Adenium swazicum</strong>, ditemui di Swaziland perbatasan timur Afrika Selatan dan Mozambi.</p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Adenium somalense</strong>, tersebar dari Somalia selatan hingga Kenya dan Tanzania.</p>
<p style="margin-left:.5in;text-indent:-.25in;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><strong>Adenium bohemianum</strong>, berasal dari barat laut Namibia dan sebelah selatan Anggola.</p>
<p class="MsoNormal">Sedangkan Adenium jenis Varietas dibuat untuk mendapatkan bentuk baru seperti bunga dengan warna dan corak tertentu. Adenium jenis Varietas saat ini banyak berasal<span> </span>dari Thailand dan Taiwan. Beberapa diantaranya dengan melakukan menyerbukan jenis-jenis tertentu hingga melakukan penyinaran dengan sinar Gamma hingga pohon menjadi lebih kerdil. Para penghobi dan nursery adenium juga sering melakukan perbanyakan bunga okulasi dengan melakukan penyambungan atau grafting. Bahkan ada satu pohon yang dapat menghasilkan beberapa warna bunga dengan cara ini. Kami juga mengamati satu pohon yang terdiri dari lima warna bunga pada cabang yang berbeda.</p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p8310137.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-113" title="p8310137" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p8310137.jpg?w=206&#038;h=300" alt="" width="206" height="300" /></a>Memang tidak bosan memandangi bunga-bunga yang berwarna pekat itu. Melihat bentuk bonggol yang unik yang kadang sekilas menyerupai bentuk gajah, dan beberapa yang lain menyerupai seorang gadis yang sedang duduk. “<em>Selepas pulang kantor saya selalu duduk berlama di sini, memandangi bunga-bunga, memeriksa tunas-tunas bakal bunga, dan hasil sambungan. Bahkan bila saya pulang malampun saya sempatkan waktu saya di sini dengan bantuan sente</em>r” kilahnya tersenyum. Setelah hari bertambah gelap saya memutuskan untuk pulang. Saya dioleh-olehi sebuah pot berisi adenium yang bunganya berwarna putih bersih. “Cocok untuk kamu yang malas menyirami tanaman!” Ha!</p>
<p class="MsoNormal"><strong>Esthi<br />
</strong></p>
<p class="MsoNormal">Foto : dari berbagai sumber</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/esthi.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/esthi.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/esthi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/esthi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/esthi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/esthi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/esthi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/esthi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/esthi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/esthi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/esthi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/esthi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/esthi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/esthi.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/esthi.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/esthi.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=43&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://esthi.wordpress.com/2008/09/12/homey-adenium/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5ea3cb408048bb263142ce95334e4b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">esthi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/dscn2387.jpg?w=450" medium="image">
			<media:title type="html">dscn2387</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/ade-supernobleconcubbiness-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ade-supernobleconcubbiness-2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p8310133.jpg?w=224" medium="image">
			<media:title type="html">p8310133</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/10/p8310137.jpg?w=206" medium="image">
			<media:title type="html">p8310137</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Goa dan kelelawar</title>
		<link>http://esthi.wordpress.com/2008/09/12/goa-dan-kelelawar/</link>
		<comments>http://esthi.wordpress.com/2008/09/12/goa-dan-kelelawar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Sep 2008 06:09:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>esthi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Alam]]></category>
		<category><![CDATA[buniayu]]></category>
		<category><![CDATA[goa]]></category>
		<category><![CDATA[gua]]></category>
		<category><![CDATA[kelelawar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://esthi.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu lalu saya bersama rekan-rekan kerja bereksplorasi ke gua yang berada di daerah Buniayu. Menelusuri sepanjang lorong yang gelap dan eksotis. Keindahan ornamen gua membuat kami terpana menikmati seni instalasi yang langsung dibuat oleh alam. Bukan hanya untuk mencari kegiatan yang memicu andrenalin, tapi juga curiousity yang mengalahkan rasa takut kami. Seni alam yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=30&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/liat-kalong6.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-41" title="liat-kalong6" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/liat-kalong6.jpg?w=450&#038;h=300" alt="" width="450" height="300" /></a></p>
<p>Beberapa waktu lalu saya bersama rekan-rekan kerja bereksplorasi ke gua yang berada di daerah Buniayu. Menelusuri sepanjang lorong yang gelap dan eksotis. Keindahan ornamen gua membuat kami terpana menikmati seni instalasi yang langsung dibuat oleh alam. Bukan hanya untuk mencari kegiatan yang memicu andrenalin, tapi juga curiousity yang mengalahkan rasa takut kami.</p>
<p>Seni alam yang natural itu kami nikmati bersama-sama. Tak hanya stalakmit dan stalaktit, kami juga melihat Curtzin dan babygourdam atau Rimstone yang berkilau. Namun salah satu yang sangat menarik perhatian saya adalah kelelawar yang tinggal di bagian dark zone gua.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/liat-kalong2.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-32" title="liat-kalong2" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/liat-kalong2.jpg?w=450&#038;h=300" alt="" width="450" height="300" /></a></p>
<p>Saat kami menelusuri gua dengan susah payah di aliran sungai gua, masuklah kami ke bagian dark zone gua. Ruangan yang memiliki ukuran cukup besar. Di sanalah Kami mendapatkan pemandangan yang menakjubkan. Ratusan kelelawar yang menggantung di langit dan dinding gua dengan ukuran tak sebesar kelelawar yang hidup di luar gua.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/liat-kalong3.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-33" title="liat-kalong3" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/liat-kalong3.jpg?w=450&#038;h=277" alt="" width="450" height="277" /></a></p>
<p>Kelelawar itu berterbangan, tak tahu apakah mereka menyambut atau merasa terganggu dengan kedatangan kami. Kami mengamatinya dengan berhati-hati . Dalam habitat yang tak satu titik cahaya pun menyinarinya itu, kami malah beramai-ramai me-nyenter-inya untuk mencari ujung dari kerumunan kelelawar itu.</p>
<p><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/liat-kalong4.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-34" title="liat-kalong4" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/liat-kalong4.jpg?w=450&#038;h=258" alt="" width="450" height="258" /></a></p>
<p>Bukan hanya karena banyak dan berkerumun tapi kami juga kagum dengan kemampuannya. Tidak seperti kami yang buta bila berjalan tanpa senter di dalam gua, mereka bahkan dapat terbang, menemukan jalan atau bermanuver tanpa bantuan sinar sedikitpun. Seekor mahluk yang mempunyai kemampuan mengindra yang luar biasa. Ya, cara terbang mereka adalah dengan mengeluarkan suara frekuensi tinggi yang tidak bisa didengar oleh kami manusia. Dan pantulan suara atau gema tersebutlah yang digunakann mereka sebagai peta atau senter bagi kami. Mereka memancarkan duapuluh ribu gelombang perdetik dan menelaah pantulannya. Berdasarkan penelitian, sistem pemetaan sasaran sang kelelawar adalah jutaan kali lebih tepat dibanding sonar atau radar. Padahal Sonar dan radar adalah teknologi yang cukup bagi manusia. Sebuah kemampuan yang luar biasa bukan? Dalam menelaah pantulan mereka dikaruniai dua jenis sel syaraf dalam otaknya. Yang pertama Sel penginderaan suara ultrasonik, dan yang kedua adalah sel syaraf untuk menghasilkan jeritan untuk membuat gema. Kedua sel syaraf inilah yang membantu mereka untuk mendeteksi ruang, tempat dan mangsa yang siap mereka terkam.</p>
<p>Setelah dirasa cukup kami mengamati, Kami memcoba mematikan semua senter yang kami bawa dan sambil membayang-bayangkan hidup di tempat yang tak disinari setitik cahaya ini. Haha, cukup menakutkan juga saya rasakan. Lalu bagaimana rasanya dengan para kelelawar yang sehari-harinya memang tinggal di tempat seperti itu, hampir tak dapat dibayangkan. Dalam hitungan ke-10 kami menyalakan senter satu demi satu lalu menelusuri jalan gua kembali untuk keluar.</p>
<p><strong>esthi<br />
</strong></p>
<p>Foto : Wahyu Wening, Fery</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/esthi.wordpress.com/30/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/esthi.wordpress.com/30/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/esthi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/esthi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/esthi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/esthi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/esthi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/esthi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/esthi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/esthi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/esthi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/esthi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/esthi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/esthi.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/esthi.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/esthi.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=30&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://esthi.wordpress.com/2008/09/12/goa-dan-kelelawar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5ea3cb408048bb263142ce95334e4b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">esthi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/liat-kalong6.jpg?w=450" medium="image">
			<media:title type="html">liat-kalong6</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/liat-kalong2.jpg?w=450" medium="image">
			<media:title type="html">liat-kalong2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/liat-kalong3.jpg?w=450" medium="image">
			<media:title type="html">liat-kalong3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/liat-kalong4.jpg?w=450" medium="image">
			<media:title type="html">liat-kalong4</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bondan Winarno</title>
		<link>http://esthi.wordpress.com/2007/12/06/bondan-winarno/</link>
		<comments>http://esthi.wordpress.com/2007/12/06/bondan-winarno/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 07:49:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>esthi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Literatur]]></category>
		<category><![CDATA[bondan winarno]]></category>
		<category><![CDATA[jalan sutra]]></category>
		<category><![CDATA[kulier]]></category>
		<category><![CDATA[masakan]]></category>
		<category><![CDATA[masakan asia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://esthi.wordpress.com/2007/12/06/dua-tes/</guid>
		<description><![CDATA[Mengapa Bondan Winarno melalui acara Wisata Kulinernya jadi begitu dicintai pemirsa? Kalau dilihat dari konsepnya, mungkin tidak terlalu berbeda dengan acara kuliner lainnya. Lalu, apa yang membuat pemirsa televisi terlihat begitu menyukainya? Bagi Pak Bondan masalah makanan enak bukan hal yang baru. Sebelumnya ia telah menjadi redaktur Jalan Sutra di Kompas. Sebuah artikel yang mengupas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=9&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-content" style="text-align:left;">
<div class="entry-body"><a title="bondan3.jpg" href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/01/bondan3.jpg"><img src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/01/bondan3.jpg?w=450" alt="bondan3.jpg" /> </a><br />
Mengapa Bondan Winarno melalui acara Wisata Kulinernya jadi begitu dicintai pemirsa? Kalau dilihat dari konsepnya, mungkin tidak terlalu berbeda dengan acara kuliner lainnya. Lalu, apa yang membuat pemirsa televisi terlihat begitu menyukainya?</p>
<p>Bagi Pak Bondan masalah makanan enak bukan hal yang baru. Sebelumnya ia telah menjadi redaktur Jalan Sutra di Kompas. Sebuah artikel yang mengupas baraneka macam makanan sepanjang jalur perdangan Jalan Sutra. Beliau menjelaskan berbagai masakan dengan berbagai latar belakang. Tidak hanya masalah bumbu, tetapi juga teknik, asal geografis, sejarah, nama, dan ciri khas tiap-tiap masakan tersebut. Beliau sering menjabarkan arti nama dalam sebuah masakan. Misalnya masakan yang bernama “The King Bids Farewell to His Concubine” yang artinya raja mengucapkan selamat tinggal kepada sang selir. Beliau menerangkan, bahwa nama tersebut konon diciptakan pada akhir masa dinasti Qing dengan cara yang sangat sulit. Kelezatan masakan tersebut membuat Raja rela melepas selirnya untuk memperoleh hidangan tersebut. Sebuah penjelasan yang menarik. Karena kita dituntut untuk berimajinasi, membayangkan sebuah imperium Qing beberapa generasi masa lampau menggunakan kostum dizamannya tengah mengusir selir untuk medapatkan sebuah hidangan yang begitu istimewa.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p>Hal yang tak kalah menarik, yaitu beliau kerap menghubungkan masakan satu dengan lainnya. Baik dari teknik, bahan atau bumbu. Dua masakan berbeda, dibuat di dua daerah yang terpisah jauh tetapi memiliki kesamaan-kesamaan tertentu. Secara tidak sadar seperti hendak memberitahukan bahwa kita memiliki nenek moyang yang sama dan berada dalam satu rumpun geografis.</p>
<p class="MsoNormal"><a href="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/title_food.jpg"><img class="alignnone size-large wp-image-65" title="title_food" src="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/title_food.jpg?w=450&#038;h=270" alt="" width="450" height="270" /></a></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p>Hal yang berbeda dengan Wisata Kuliner, artikel Jalan Sutra tidak diangkat lewat layar kaca. Mungkin itulah yang menyebabkan Pak Bondan terbiasa mendeskripsikan berbagai masakan secara detil. Yang tujuan adalah bagaimana agar pembaca dapat ikut membayangkan dan merasakan nikmatnya makanan yang ia tulis. Misalkan masakan udang Rebus Pu Tien. Beliau menerangkan bahwa udangnya utuh, dan tampak merah segar terendam dalam kuah bening. Disajikan dalam tabung bambu dengan kuah panas. Nah lo, sudah bisa dipastikan mereka yang belum makan siang buru-buru mencari teman untuk segera melakukan aksi cari makan enak.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p>Saat menjadi presenter kuliner menjadi lebih mudah baginya untuk menerangkan berbagai hidangan yang ada. Karena pemirsa dapat langsung melihat bagaimana rupa dan bentuk penyajian hidangan tersebut. Tentu yang menarik tidak hanya karena hidangannya saja, tetapi bagaimana kemampuan si presenter menjelaskan berbagai masakan dengan segala pengetahuannya. Dengan gaya yang simpatik beliau berkelana ke berbagai daerah di nusantara. Dari resto berkelas sampai warung makan sederhana. Karena masalah rasa tentu tidak bisa diidentikan dengan tempat bergengsi atau bukan. Lihat saja ia memperkenalkan Laksa H Idin yang berada di daerah Bogor. Warung Laksa sederhana menghidangkan masakan tradisional dengan harga yang begitu murah 3000 rupiah, sudah termasuk satu telor rebus utuh, ya utuh tidak setengah. Beliau tak lupa mengakrabkan diri dengan memanggil “Mang Idin” sang pemilik warung makan. Sang kameraman merekam proses penyajian hingga terhidang di meja Pak Bondan. Beliau kemudian menerangkan hidangan dan mencicipinya, “…mak nyuuss…” begitulah komentarnya kalau ia hendak menjelaskan bahwa rasa masakan itu begitu sempurna.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;"> </span></p>
<p>Mungkin beliau adalah penikmat pencarian makan enak sejati. Dari kota besar hingga daerah terpencil, dari harga ratusan ribu hingga dua-tiga ribu rupiah saja. Dari sudut pelosok Banten, hingga daratan Tiongkok. Ia tak hanya memberi gambaran berbagai hidangan yang ada, tetapi juga menghubungkannya dengan berbagai pengetahuan lainnya, tanpa rasa gengsi tentunya.</p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Tahoma;"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-family:Tahoma;">Esthi<br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:Tahoma;">Ilus : Esthi</span></p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/esthi.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/esthi.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/esthi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/esthi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/esthi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/esthi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/esthi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/esthi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/esthi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/esthi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/esthi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/esthi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/esthi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/esthi.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/esthi.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/esthi.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=esthi.wordpress.com&amp;blog=2251694&amp;post=9&amp;subd=esthi&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://esthi.wordpress.com/2007/12/06/bondan-winarno/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/d5ea3cb408048bb263142ce95334e4b6?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">esthi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/01/bondan3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bondan3.jpg</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://esthi.files.wordpress.com/2008/09/title_food.jpg?w=450" medium="image">
			<media:title type="html">title_food</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
